Postingan

Bumi

"Pakai tas plastik nggak kak?" Aku mendengar suara itu beberapa kali. Lantas aku tersenyum bahagia ketika beberapa orang menggeleng, memilih membawa langsung belanjaan mereka dengan tangan atau memasukkannya kedalam kantong belanja yang mereka bawa. Namun, aku kembali menghela nafas sedih ketika ada yang mengangguk sebagai tanda bahwa ia ingin menggunakan tas plastik. Diantara banyak hal yang membuatku sedih, ada juga hal yang membuatku senang terhadap kelakuan manusia. Diantara banyak hal yang manusia lakukan untuk merusakku, sengaja ataupun tidak sengaja, ada juga diantara mereka yang kembali rela bersusah payah untuk menjagaku. Aku tahu, mereka yang membawa kantong belanja sebagai tambahan list barang bawaan ketika mereka bepergian. Aku juga tahu, tidak sedikit perempuan yang pada akhirnya memilih menstrual cup sebagai pengganti pembalut mereka. Terlalu kagum pada mereka yang sebelumnya takut menggunakan menstrual cup, tapi tetap berniat untuk mencoba hanya untuk diriku. T...

Soto Kering

Ha? Soto Kering? Kali ini aku kembali takjub ketika mendengar pesanan ibu mertua di warung soto. "Bu, kulo soto kering nggih, mboten ngagem seledri," setelah memesan soto untuk Ibu, beliau menyuruhku untuk memesan sesuai keinginanku sendiri. "Kamu pesan sendiri, mau soto kering atau soto kuah, gasuka pakai apa, bilang." Aku hanya mengangguk-angguk. "Coba kering aja!" Usul suami, mungkin melihat wajahku yang kebingungan. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba makanan unik dari klaten ini. Soto kering

Filosofi Koma

Jeda dalam sebuah kalimat biasanya dilambangkan dengan tanda koma. Tak hanya itu, tanda koma memiliki berbagai fungsi pada setiap tulisan. Penggunaan tanda koma yang tidak benar, menyebabkan makna ganda, kesalahan makna, atau malah tidak bermakna sama sekali. Berbagai filosofi muncul setelah membaca #30hbc24koma hari ini. Bagi diriku sendiri, tanda koma secara halus memperingatkan kita, untuk istirahat sebentar, melambatkan kecepatan, lantas kembali melanjutkan sapuan netra untuk membaca rentetan kata setelahnya. Terkadang buru-buru malah berakhir buruk dan tidak menyenangkan. Jadi, pelan-pelan saja. Untuk ibadah saja, Tuhan tidak menyuruh kita sholat setiap menit atau puasa setiap hari sepanjang tahun. Aku yakin, selalu ada tanda koma di setiap tulisan panjang yang kau baca. Karena kau butuh jeda

Kemajuan(?)

Aku yang tak memiliki rencana. Terkesan tidak ada kemajuan, Nyatanya membuat rincian menu masakan tiap minggu, Mengantar anak sekolah, dan terapi bolak-balik setiap hari, Kadang di sela waktu memenuhi tugas mengajar, Aah ternyata aku sudah membuat kemajuan. Membuat suami berangkat kerja tanpa bingung memikirkan makan siang karena bekal yang kubawakan. Membuat anak perlahan belajar dan segala kemajuan di luar dugaan. Juga memudahkan mahasiswa belajar mandiri dengan modul yang kubuat. Yaa. Dan aku akan selalu berusaha membuat kemajuan, setidaknya untuk diriku sendiri. @30haribercerita #30hbc24 #30hbc2428

Beban Suami

Hampir setiap hari merasa tidak berguna. Merasa jadi beban hidup suami. Akhirnya suami bilang "investasi leher ke atas aja, ikut pelatihan-pelatihan". Beberapa kali nyodorin pelatihan (yang berbayar, kalau gratis ya diijinin aja) ke suami, yang diterima cuma Klinik Canva-nya mas syammasfitria, yang sekarang jadi Super Canvaser. Beberapa bulan kemudian, akhirnya anakku yang pertama mendapat diagnosis autis dari dokter, setelah sebelumnya diagnosis berganti-ganti. Sempat berhenti lagi berbulan-bulan untuk menyembuhkan diri. Akhirnya belajar lagi di @udemy tentang anak autis, banyak pelatihan gratis disini. Daan sekarang balik lagi belajar canva. Bismillah belajar lagi, mengejar ketertinggalan dengan jalan saja, kalo lari nanti capek hehe.

Free Palestine

Sejak timeline ku dipenuhi tentang palestina, rasanya masalah hidup berasa gak ada apa apanya Di palestina kayaknya ga mikir apapun. Mereka hanya mikir syahid syahid syahid. Bom bisa datang kapanpun, dimanapun. Ga sempat buat mikirin dunia. Aku yang dulu suka nge-like postingan mental health dsb, rasanya kok imannya lemah banget yaa. Kayak misal, karena salah asuh ortu yang kurangnya ilmu aja, nyalahin ortu sampai segitunya. Sampai bilang ortu kita yang toxic, dan lain sebagainya. Coba lihat aja anak-anak palestina, mereka ditinggal orangtua, ada yang sejak lahir, ada yang sejak bayi, atau masih usia anak-anak. Tapi, tetap tumbuh jadi anak hebat. Gak takut sama mati, tapi juga ga kepikiran buat bunuh diri. Mereka hanya lakukan apapun yang Allah ridho. Dulu waktu smp sma sebel banget kalau disuruh aksi palestina, panas2an dijalan raya, pikirnya cuma menghabiskan waktu yang ga penting. Mikirnya kalau palestina merdeka, yaa dunia bakalan kiamat. Sangat bersyukur Allah tidak mencabut nyawa...

Produk Moorlife Emang Bagus?

Gambar
Kalau kamu lihat wadah-wadah kece warna-warni, mikirnya langsung ke brand apa? Tos dulu kalau samaan! Yaa, pastilah dari brand T itu, kan? Si paling legendaris di dapur emak kita. Secara kualitas emang gak kaleng-kaleng ya, guys. Tebal, tutupnya rapet, awetnya bisa sampai jadi warisan. Pokoknya, sang juara deh buat urusan perwadahan. Tapi, kamu tahu gak? Ada berita yang lumayan bikin kaget, nih... Ternyata, si brand T ini pabriknya di Indonesia udah tutup. Udah gak produksi lagi. 😭 Iya, beneran! Jadi, kalau Tupperware kesayanganmu itu hilang, nyari gantinya yang persis sama bakal susah banget. Jangan sampai hilang, pokoknya! Nah, ngomongin soal ini, aku jadi inget sesuatu. Ada nih, sebuah brand yang kualitasnya sama si T, namanya Moorlife . Dulu, sekitar tahun 2016, aku pernah iseng join jadi member dua-duanya, brand T sama Moorlife. Niatnya emang PALUGADA ( apa lu mau, gua ada ), nyari peruntungan, hahaha. Dan beneran, produk mereka sama-sama bagus, kualitasnya berani diadu. Karena...